Koperasi Desa Harus Jadi Pilar Ekonomi Lokal: DPRD Jatim Dorong Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

  • May 26, 2025
  • IMAM ROFI'I

 

Kaukus Muda Singosari menggelar agenda Sarasehan bertajuk “Peningkatan SDM Menuju Koperasi Merah Putih yang Berdaya Saing dan Mandiri” pada Minggu, 25 Mei 2025, di Liberta Hub Hotel Malang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kaukus Muda Singosari, Kecamatan Singosari, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang.

Hadir sebagai narasumber dalam forum strategis ini antara lain Anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi B Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Arbayanto, Camat Singosari, serta Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, Bu Ayus. Selain itu, turut hadir pengurus koperasi desa Merah Putih terpilih, kepala desa, dan lurah se-Kecamatan Singosari.

Dalam paparannya, Muhammad Arbayanto menekankan pentingnya posisi koperasi desa sebagai pilar ekonomi lokal. Ia mendorong agar seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, membangun sinergi nyata demi kebangkitan ekonomi berbasis komunitas.

“Koperasi bukan hanya wadah simpan pinjam, tetapi harus menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat desa. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat dan pendampingan serius agar koperasi benar-benar menjadi motor kemandirian ekonomi,” tegas Arbayanto.

Camat Singosari juga menegaskan dukungannya terhadap program Koperasi Merah Putih yang kini mulai dikembangkan di wilayahnya. Ia menilai, inisiatif ini selaras dengan visi pembangunan wilayah yang menekankan pada pemberdayaan dan keberlanjutan ekonomi desa.

“Koperasi Merah Putih harus kita jaga sebagai gerakan bersama. Pemerintah kecamatan siap menjadi penghubung antara desa, mitra, dan lembaga teknis, agar koperasi ini tumbuh sehat dan berdampak nyata,” ujar Camat dalam sambutannya.

Sementara itu, Bu Ayus selaku Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan koperasi. Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh tata kelola yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan anggota.

“Kami mendorong koperasi tidak hanya formalitas. Harus ada pelatihan manajemen, pemanfaatan teknologi, serta keterbukaan dalam pengelolaan. Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi contoh baik bagi koperasi lainnya di Kabupaten Malang,” jelasnya.

Sarasehan ini menjadi ruang diskusi yang produktif untuk menyamakan visi dan strategi dalam membangun koperasi yang mandiri, sehat, dan berbasis potensi lokal. Ke depan, forum seperti ini diharapkan rutin dilaksanakan untuk memperkuat ekosistem koperasi desa yang berkelanjutan.