Merawat Warisan Spiritual Ulama Untuk Generasi Muda
- Dec 27, 2025
- IMAM ROFI'I
Malang, gedangmedia.com, Pengajian Umum Haul Akbar Ulama dan Masyayikh Desa Belung digelar di halaman parkir Masjid Ar-Ridho, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kamis malam pukul 19.00 WIB. (25/12/2025).
Kegiatan yang dihadiri ribuan warga ini diselenggarakan oleh PHBI Masjid Ar-Ridho Belung sebagai bentuk khidmah dan penghormatan terhadap para ulama serta masyayikh penyebar Islam di Desa Belung.
Panitia PHBI sekaligus Pengurus Takmir Masjid Ar-Ridho, Ahmad Zaini, menegaskan bahwa Haul merupakan tradisi penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan spiritualitas umat di tingkat Desa.
“Haul adalah meneruskan tradisi ulama-ulama kita. Kita ingin nyelameti para tokoh terdahulu yang menjadi kerawang penyebaran Islam di Desa Belung. Ini adalah bentuk khidmah dan penghormatan kepada para pembawa agama Islam di desa kita,” ujar Ahmad Zaini.
Menurutnya, Haul tidak sekadar ritual tahunan, tetapi sarana pewarisan nilai spiritual dan sejarah kepada generasi penerus agar tidak tercerabut dari akar keilmuannya.
Ahmad Zaini juga mengungkapkan bahwa tradisi Haul di Desa Belung telah berlangsung lama. Berdasarkan catatan dan tradisi lisan masyarakat, Haul sudah dilaksanakan sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pada tahun 1945, saat Indonesia merdeka, Haul ini sudah dilaksanakan kurang lebih untuk ke-20 kalinya. Dan pada tahun ini, pelaksanaannya tepat memasuki yang ke-100,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam perkembangannya, pelaksanaan Haul mengalami perluasan peran sosial. Jika sebelumnya hanya dilaksanakan oleh panitia keagamaan, kini Haul mulai menjadi agenda bersama melalui kolaborasi ulama dan umaro.
“Sejak adanya dukungan pemerintah desa pada masa Kepala Desa Kasiali, kolaborasi antara ulama dan umaro mulai terbangun. Harapan kami, haul ini ke depan dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat Desa Belung,” tegasnya.
Pengajian umum tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan keagamaan, antara lain Syamsu Dhuha (Sekretaris DMI), H. Syamsul Anam, Bapak Zainuri (tokoh spiritual), Ketua Tanfidziyah MWC NU Poncokusumo, unsur Muspika Kecamatan Poncokusumo, perwakilan DMI, jamaah Ya Rosul, serta ratusan warga Desa Belung.
Sebagai pembicara utama, KH Marzuki Musta’mar, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, menyampaikan tausiyah tentang fikih peradaban dan pentingnya khidmah kepada guru sebagai fondasi pembentukan karakter santri dan masyarakat.
Dalam penjelasannya, KH Marzuki menyebut dirinya merupakan santri dari almarhum KH Masduqi Mahfudz (1935–2014), ulama kharismatik asal Mergosono, Kota Malang, yang dikenal luas atas keteladanan keilmuan dan akhlaknya.
Menurut KH Marzuki, warisan ulama tidak hanya berupa ilmu, tetapi juga adab, sanad, dan tanggung jawab moral dalam menjaga peradaban.
Khaul Akbar Ulama dan Masyayikh Desa Belung ini diharapkan menjadi momentum penguatan kesadaran sejarah dan spiritual, sekaligus sarana pewarisan nilai-nilai keulamaan kepada generasi penerus agar tradisi Islam desa tetap hidup dan berkelanjutan.
*Saiful Anam